foto bersama
sinarpersmedia.pro-BATAM, 20 September 2026 — Dalam rangka memperingati Milad ke-8, Sahabat Hijrah Batam (SAHIB) menggelar Rihlah Spesial Milad SAHIB ke-8 dengan mengusung tema “Dakwah Never Ends”. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu-Ahad, 19-20 September 2026 ini dilaksanakan di Pantai Tegar Bahari dan diikuti sekitar 40 peserta.
Rihlah ini menjadi momentum bagi para peserta untuk sejenak keluar dari rutinitas, menikmati keindahan alam, sekaligus mempererat ukhuwah antarsesama anggota dan sahabat SAHIB. Beragam kegiatan dilaksanakan, mulai dari perjalanan bersama, pendirian tenda, makan malam, sharing session, qiyamul lail, muhasabah, shalat berjamaah, sarapan, hingga fun games.
Ketua Panitia, Muhammad Dany Irfanda, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Milad SAHIB ke-8 sekaligus sarana untuk memperkuat kebersamaan di antara para peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Sahabat Hijrah Batam, Nanang Kurniawan, turut menyampaikan pesan terkait perjalanan SAHIB yang telah memasuki usia delapan tahun. Menurutnya, perjalanan tersebut bukan sekadar tentang bertambahnya usia organisasi, tetapi tentang bagaimana dakwah terus dilanjutkan melalui ukhuwah dan kontribusi dari setiap orang yang terlibat di dalamnya.
Sementara itu, Founder Sahabat Hijrah Batam, Rizal Efendi, turut membagikan cerita tentang sejarah awal berdirinya SAHIB. Ia mengisahkan bahwa pada masa awal kajian, kegiatan tersebut bahkan pernah hanya dihadiri oleh tiga orang, yakni dua pengurus dan satu ustadz.
Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah gerakan tidak selalu dimulai dengan sesuatu yang besar. Dari langkah kecil dan orang-orang yang istiqamah, SAHIB kemudian terus bertumbuh hingga memasuki tahun kedelapan.
Dalam sharing session, Ustadz Ridlun Artol selaku pemateri sekaligus penasihat SAHIB menjelaskan makna rihlah dan milad, sekaligus mengingatkan para peserta untuk senantiasa memperbaiki niat dalam setiap aktivitas.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah di tengah perjalanan dakwah. Menurutnya, ketika menemukan kesalahan dari seorang sahabat, hendaknya teguran disampaikan dengan cara yang baik dan tidak dilakukan di hadapan banyak orang.
“Jaga ukhuwahnya. Kalau ada yang keliru, tegurnya baik-baik. Jangan ditegur di tempat orang ramai.”
Ustadz Ridlun juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki proses dalam perjalanan hijrahnya. Mereka yang masih rentan dalam iman bukan untuk dijauhi, melainkan perlu dibimbing dan ditemani.
“Jadikan Komunitas Sahabat Hijrah Batam ini sebagai rumah yang baik untuk kawan-kawan yang lain.”
Pesan tersebut menjadi salah satu refleksi penting dalam Rihlah Spesial Milad SAHIB ke-8. Bahwa dakwah bukan hanya tentang menyampaikan pesan kebaikan, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan ruang yang aman untuk bertumbuh, saling menguatkan, dan menjaga persaudaraan.
Delapan tahun SAHIB menjadi perjalanan yang panjang dengan berbagai cerita, pertemuan, perjuangan, dan proses. Melalui tema “Dakwah Never Ends”, SAHIB menegaskan bahwa perjalanan dakwah akan terus berlanjut, dengan langkah yang mungkin sederhana, tetapi diharapkan terus memberikan manfaat.