Indahnya Adab dan Akhlak yang Diajarkan Kiai di Pesantren: Antara Kehormatan dan Tantangan Zaman
Red. SPM | 15 Oktober 2025 | Dibaca 229 kali | OPERATOR 1

Indahnya Adab dan Akhlak yang Diajarkan Kiai di Pesantren: Antara Kehormatan dan Tantangan Zaman

sinarpersmedia.pro, Batam - Di pondok pesantren, sejak dari dini santri diajarkan bukan hanya ilmu agama; fiqih, tafsir, hadis, nahwu, shorof, tetapi juga subtansi adab dan akhlak: bagaimana bersikap sopan terhadap guru, menghormati sesama, menjaga tutur kata, rendah hati, tawadhu’, sabar, serta rasa kasih sayang dalam ukhuwah.

Nilai-nilai ini tumbuh dari tradisi yang diwariskan para kiai, para waliyullah dalam rangka mendidik insan agar tak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga mulia di sisi moral.

Adab di pesantren bukan sekadar formalitas usang, bukan sekadar ritual menghormati guru dengan membungkuk atau mencium tangan, melainkan sarana pembentukan jati diri muslim yang beretika.

Ketika seorang santri diperintahkan untuk menunduk saat guru lewat, atau membungkuk ringan saat memberi salam, itu bukan lambang feodalisme, melainkan simbol penghargaan terhadap “ilmuwan” yang telah rela mengajarkan.

Dengan adab demikian, muncul rasa hormat bukan rasa takut; adanya kesadaran bahwa ilmu bukan milik individual, melainkan amanah.

Namun, di era modern saat ini muncul kritik keras: “adab itu feodalisme baru”, “itu simbol ketundukan buta”, “tradisi yang mengekang kebebasan”. Kritik ini tak sepenuhnya keliru, memang adab bisa disalahgunakan sebagai alat simbol kuasa, atau dibenturkan sebagai bentuk penindasan.

Tapi masalah bukan pada adab itu sendiri, melainkan pada penggunaannya. Bila adab dipahami sebagai kewajiban mutlak tanpa dialog, tanpa pemikiran kritis, maka ia bisa menjadi beban yang menjerat. Namun jika adab dipahami sebagai tata rasa yang menyuburkan kemuliaan jiwa, maka ia tetap relevan dan lembut dalam aplikasinya.

Kiai di pesantren sejatinya menjaga keseimbangan; mendidik dengan tegas tapi penuh kasih, menuntut adab tanpa merendahkan martabat santri. Tradisi salam, hormat, permohonan izin belajar, semuanya menjadi jembatan antara pengajar dan murid, menjaga keharmonisan spiritual.

Di balik gestur hormat itu, ada makna besar; santri tidak menguasai guru, tapi menghargai warisan ilmu dan guru tidak menundukkan santri tapi menemani mereka dalam perjalanan ilmu.

Mengabaikan nilai-nilai akhlak dan adab ini sama dengan mereduksi pesantren menjadi sekadar “sekolah agama biasa” tanpa nafas kemuliaan. Dalam masyarakat yang makin individualistis dan serba instan, kita butuh ruh yang menguatkan yakni adab yang menyuburkan kesadaran hati, bukan sekadar simbol kosong.

Sangat miris sekali baru-baru ini, tayangan program Xpose Uncensored salah satu program stasiun televisi Swasta yaitu Trans7 yang menyorot Pondok Pesantren Lirboyo dan Ponpes lainnya pada 13 Oktober 2025 menuai kecaman luas.

Dalam tayangan itu, beberapa bentuk penghormatan santri kepada guru yang dalam tradisi pesantren lazim dilakukan dikritik dengan narasi negatif, seolah menjadi simbol ketundukan buta dan “feodalisme pesantren.”

Banyak yang menilai bahwa penggambaran itu tidak proporsional dan mencederai marwah pesantren serta para kiai.

Dalam situasi ini pula Ketua Sahabat Hijrah Batam (SAHIB) Nanang Kurniawan bersama dengan seluruh Pengurus SAHIB menyatakan sikap Berdiri Tegak Bersama Para Kiai dan Ulama. Sebagai bentuk solidaritas atas penghormatan kepada tradisi pesantren yang tak seharusnya dijadikan bahan framing keji, dengan menampilkan potongan video tanpa konteks yang utuh dan berimbang, bahkan mengandung unsur fitnah yang mencederai kebenaran.

Pemberitaan sepihak yang hanya menampilkan potongan video dan voice over tambahan tanpa konteks penuh bukanlah jurnalisme objektif, melainkan penyebaran persepsi dan fitnah yang menyesatkan publik.

Media seharusnya menjadi sarana edukasi yang mencerahkan, bukan alat provokasi yang menodai kehormatan ulama dan melukai hati masyarakat.

BAGIKAN :



Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin