163 Peserta Ikuti Pelatihan Fardu Kifayah oleh Relawan Ambulance Cipta Peduli Bangsa Kepri di Batam
Red. SPM | 14 Oktober 2025 | Dibaca 146 kali | OPERATOR 1

Proses pelatihan

sinarpersmedia.pro, Batam, Minggu (12/10/2025) – Sebanyak 163 peserta mengikuti pelatihan praktik Fardu Kifayah yang diselenggarakan oleh Relawan Ambulance Cipta Peduli Bangsa Kepri di Serambi Masjid Mukhtarul Arifin, Perumahan Taman Cipta Asri, Tembesi, Sagulung.

Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dan diikuti oleh perwakilan majelis taklim dari setiap RT di Perumahan Taman Cipta Asri, anggota Fatayat NU Kecamatan Sagulung, serta Majelis Taklim Raudhatul Jannah.

Pentingnya Fardu Kifayah untuk Umat Muslim, Ketua DKM Masjid Mukhtarul Arifin, Hasbullah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah mengikuti pelatihan ini. Ia berharap pelatihan ini dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai kewajiban Fardu Kifayah.

“Kami bangga dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir. Fardu Kifayah adalah kewajiban penting dalam Islam, dan melalui pelatihan ini kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin siap dalam melaksanakan tugas keagamaan tersebut,” ungkap Hasbullah.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para instruktur dari Yayasan Sahabat Ainon Ibrahim Singapura serta seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini.

Hadir Sejumlah Tokoh dan Perwakilan Organisasi, Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan organisasi, antara lain: Ketua RW 21 Taman Cipta Asri, Poniyanto, Ketua Yayasan Masjid Mukhtarul Arifin, Muhamad Awaludianto, Sekjen Relawan Ambulance Kepri, Nurcholis Erwin, Ketua Fatayat NU Sagulung, Sahabat Sulis, Tim Respon Cepat, Julfi Imam, Plt. Ketua Yayasan Sahabat Ainon Ibrahim Singapura di Batam, Eko Istianto, Ketua Relawan Ambulance Cipta Peduli Bangsa Kepri, Ery Rezki Putra, SE., Divisi Sosial Baabul Khairod Masjid Mukhtarul Arifin, Kasman, beserta seluruh anggota

Pemateri dari Singapura Tekankan Peran Keluarga. Pendiri Yayasan Sahabat Ainon Ibrahim Singapura sekaligus pemateri, Abdul Rahman Ibrahim, menekankan bahwa Fardu Kifayah sebaiknya dilakukan oleh keluarga besar dari jenazah itu sendiri.

“Tujuan utama pelatihan ini adalah menumbuhkan kepedulian masyarakat agar lebih siap dan paham dalam melaksanakan kewajiban Fardu Kifayah. Ini adalah bekal yang sangat penting, tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk keluarga dan lingkungan sekitar,” jelasnya.

Pengenalan Ambulans dan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Sebelum sesi inti pelatihan Fardu Kifayah dimulai, Ketua Relawan Ambulance Cipta Peduli Bangsa Kepri, Ery Rezki Putra, SE, didampingi oleh Tim Eskod, Luthfi, memberikan pengenalan tentang penggunaan peralatan ambulans darurat.

Materi tersebut meliputi cara penggunaan stretcher, skop/tandu, pemasangan oksigen, pengenalan suara sirene, serta pengenalan singkat tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan CPR. Materi ini disambut antusias oleh para peserta yang berharap pelatihan seperti ini dapat kembali dilaksanakan.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin, karena sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat,” kata Ery dalam keterangannya.

Doa dan Harapan untuk Keberlanjutan Kegiatan. Di akhir kegiatan, Ketua Divisi Sosial Baabul Khairod, Kasman, mengajak seluruh peserta untuk berdoa agar diberi kekuatan dan keistiqomahan dalam menjalankan kewajiban Fardu Kifayah. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus digalakkan di lingkungan Taman Cipta Asri dan sekitarnya.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan, dan peran aktif masyarakat dalam menjalankan kewajiban keagamaan, sekaligus mempererat solidaritas sosial dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

BAGIKAN :



Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin